Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Bagaimana Granat Tangan Bekerja



Granat Tangan (Hand Granade)
Granat tangan, granat genggam, atau granat nanas adalah bom yang digenggam dan dilemparkan dengan menggunakan tangan. Istilah granat ini berasal dari bahasa Perancis Kuno dari kata (pome) grenate (pomegranate: buah delima), buah yang ukurannya mirip dengan granat genggam versi awal, dan karena kandungan serpihan granat tangan juga mirip dengan biji dalam buah itu.

Granat mempunyai empat karakteristik:
- Jarak penggunaan yang dekat (10-30 meter)
- Daerah kerusakan yang kecil.
- Ada penundaan ledakan agar bisa dilempar dengan aman. (antara 2 s/d 6 detik)
- Kulitnya yang keras membuatnya bisa dipantulkan pada tembok atau tanah

Gambar seorang prajurit tengah melemparkan granat


Bagan dari sebuah granat


Pin udah ditarik, tinggal strike lever di lepas, berdoalah


Seperti apa kandungan granat




Animasi bagaimana sebuah granat bekerja


Quote:karena granat memiliki jeda waktu untuk meledak, yang tidak bisa di kontrol dan di perhitungkan dengan tepat, seringkali di medan perang demi menghindari granat yang telah di lempar di kembalikan oleh musuh, sang pelempar mencoba memperhitungkan secara maksimal waktu agar langsung meledak ketika granat jatuh di area musuh, tetapi sering yang didapat adalah granat meledak sebelum di lempar sehingga menyebabkan sang pelempar malah terbunuh.

juga akibat pelempar terlalu cepat melempar, sehingga musuh punya jeda waktu untuk bisa melemparkan granat tersebut kembali ke area sang pelempar.
nih ane jg copas dr kaskus.. klik linknya klo ingin buka postingan aslinya..

tahukah kamu : Berapa Persen Otak yang Kita Pakai?

Pernahkah kita berpikir sejauh mana kemampuan otak kita? Yang kita pahami selama ini, kemampuan otak kita hanyalah secara analistik, namun kita tak pernah menyadari bahwa kemampuan otak manusia tak hanya sekedar analistik. Ada banyak hal yang bisa diungkapkan dalam otak.

Secara garis besar, otak manusia terbagi dalam dua bagian, otak kanan dan otak kiri. Otak kiri memproses segala macam angka, matematika, bahasa, hitung-hitungan dan sebagainya. Sementara otak kanan, memproses segala macam keindahan, tata kata tak lagi tersusun secara verbal. Musik dan warna-warna indah adalah basil kerja otak kanan.
neuroskeptic.blogspot.com

Sejarah Internet

Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon. Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).

tahukah kamu : 10 Manusia Tercepat di Dunia

1. Usain Bolt Manusia Tercepat di Dunia (di Lintas 100 Meter)


Usain Bolt, pelari asal Jamaika, merupakan pemegang rekor manusia tercepat di dunia di lintas balap 100 meter (dan 200 meter). Di lintasan 100 meter di Kejuaraan Dunia Atletik di Berlin Agustus 2009 baru-baru ini Bolt memecahkan rekor atas namanya sendiri dengan waktu 9,58 detik.

Catatan waktu ini lebih cepat 0,11 detik dari rekor lamanya yang dicetak tahun lalu di olimpiade Beijing. Sepertinya saat ini pesaing Bolt hanyalah jam penunjuk waktu saja.



Komputer Suku Bangsa Islam Di Abad Pertengahan

Bangsa-bangsa Islam di abad pertengahan ternyata sudah punya "komputer ajaib" yang bisa membantu mengetahui waktu dan posisi benda-benda di angkasa, membantu dalam pelayaran, mempertahakan keakuratan kalender, memperkirakan gerhana, bahkan mengukur bumi.

Komputer ini umumnya tidak besar, bentuknya bundar seperti jam saku dengan diameter 15 cm saja (ada beberapa yang dibuat dalam skala besar). Astrolab, demikian namanya.
Astrolab / nicolas.brodu.numerimoire.net

tahukah kamu: Sering Mendengar Keluhan Bikin Otak Bodoh

Ada orang yang selalu mengeluh tentang segala hal, seolah hidupnya selalu penuh masalah. Punya teman seperti ini? Wah, hati-hati. Menurut Trevor Blake, penulis buku 'Three Simple Steps: A Map to Success in Business and Life', ahli saraf telah belajar mengukur aktivitas otak ketika menghadapi berbagai rangsangan, termasuk ketika menghadapi atau mendengar keluhan dalam jangka waktu yang lama.
ehow.com
"Otak bekerja seperti otot, lebih dari yang kita duga. Jadi jika terlalu lama mendengarkan hal-hal negatif dari seseorang, Anda lebih mungkin untuk berperilaku seperti orang itu juga," kata Blake seperti dilansir Inc.com.